kami yang berada dijalan kemalangan
yang meteskan air mata diantara puing-puing pengusuran
yang tetap sabar walau hati kami geram pada pemimpin-pemimpin kami
kami yang mencoba bertahan diantara musiba-musibah yang tak putus-putusnya berlangsung di tanah kami yang yang katanya subur ini
dimana lagi kami harus berlindung jika negeri kami di delilingi oleh teroris
kapan kami harus menyempatkan diri berdoa jika dimana-mana yang ada hanya pertikaian
kami sudah lelah dengan janji-janji mu...
kami butuh pengenapan bukan perubahan atau perbaikan
diman kah hati peminpin-pemimpin yang sok hebat itu
ribuan pulau ,ragam bahasa dan budaya seakan mengisaratkan ribuan butir mitiara yang membentang di deretan katulistiwa
namun kekayaan ini jadi tak terlihat lagi oleh ibelis berdasi
yang menindas kami
karna dalam kenyataan kami t'lah bangkerut moral
tolong kami TUHAN beri kami tembok-tembok yang melindungi kami dari kenistaan
AmIn...
by : abram thiofilus stp
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar